Sejarah
08-03-2014 15:17:45

Profil STIA Jati Diri Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tasikmalaya merupakan perguruan tinggi tertua, yaitu yang pertama didirikan di Tasikmalaya. Secara historis, memiliki kaitan yang erat dengan Fakultas SOSPOL UNPAD cabang Priangan Timur, yaitu sebagai cikal bakal lahirnya STIA Tasikmalaya. Pada tahun 1960, Universitas Padjadjaran Bandung dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Priangan Timur akan perguruan tinggi, membuka Fakultas Sosial Politik yang berkedudukan di Tasikmalaya dan dikenal sebagai Fakultas Sospol Unpad Cabang Priangan Timur. Kampusnya berkedudukkan di Jalan Pangaduan Kuda No. 42 (sekarang Jl. Tentara Pelajar) Tasikmalaya, mempergunakan tanah dan bangunan hasil over alih dari sekolah Tiong Hoa yang dikelola oleh Chung Hua Chung Hui, yang dilaksanakan oleh pelaksana Khusus Daerah Operasi Militer Jawa Barat.Fakultas SOSPOL UNPAD Bandung Cabang Priangan Timur yang berstatus negeri itu, dalam menyelenggarakan pendidikan diberi hak sewa kelola sehingga untuk badan pengelolanya, pada tanggal 1 Maret 1963, Didirikan Badan Hukum Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Priangan Timur di singkat YPPT Priangan Timur atas akta wakil Notaris Mohamad Sapei di Tasikmalaya, tertanggal 5 Juli 1963.
Fakultas Sospol Unpad Cabang Priangan Timur ini berlangsung selama 10 tahun (1963-1973), pada tahun 1973, Menteri Pendidikkan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijaksanaan, yang dikenal dengan One Campus Policy, sehingga Fakultas Sospol Unpad Cabang Priangan Timur ini disatukan dengan induknya, yaitu Fakultas Sospol Unpad di jalan Dipati ukur No. 35 Bandung.
Menyadari akan aspirasi masyarakat tersebut, Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Priangan Timur, yang semula merupakan pengelola Fakultas Sospol Unpad Cabang Priangan Timur, tergugah untuk mendirikan suatu perguruan tinggi swasta, guna memenuhi kebutuhan masyarakat Priangan Timur akan perguruan tinggi.
Maka, Dengan diprakarsai oleh Drs. Otje R. Muliapermana, mantan Pembantu Dekan I Fakultas Unpad Cabang Priangan Timur, didirikanlah sebuah perguruan tinggi yang menyelenggarakan program sarjana muda (akademi), yaitu Akademi Ilmu Manajeman (AIM) Tasikmalaya, tepatnya pada hari sabtu, tanggal 16 Februari 1974, dengan pengakuan Badan Hukum diatas akta Notaris Muhamad Sapei Nomor 4\342\200\231 di Tasikmalaya tanggal 1 oktober 1974.Sejalan dengan program pengembangan pendidikan tinggi yang dirancangnya sejak dekade tahun 1980-an, didorong oleh harapan pemerintah dan masyarakat Priangan Timur, yang belum merasa cukup terpenuhi kebutuhannya dibidang pendidikan tinggi dalam tingkat jenjang S-0 (S Nol) atau jenjang Sarjana Muda, maka dalam kedudukan status AIM, maka Drs. Otje R. Muliapermana merintis berdirinya Lembaga Pendidikkan Tinggi untuk jenjang Strata Satu (S I), dengan didirikannya Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, dengan naungan dibawah Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Priangan Timur.
Dengan mempergunakan Kampus dan bangunan AIM tersenggaralah pendidikkan tinggi jenjang sarjana strata satu, dengan menyelenggarakan satu-satunya Jurusan Administrasi Negara, untuk tingkat Doktoral, sehingga tersalurlah sarjana-sarjana muda lulusan AIM Tasikmalaya serta sarjana-sarjana muda lulusan Perguruan Tinggi lainnya seperti APDN, ATPU, AKOP, AKPER, AK. TEKTIL, dsb. yang mempunyai minat menimba Ilmu Administrasi Negara.
Dengan daya juangnya yang tinggi tanpa memperhatikan kelelahannya Drs. Otje R. Muliapermana berusaha memenuhi persyaratan pendirian Perguruan Tinggi menurut prosedur yang ditentukan oleh perundang-undangan yang berlaku pada waktu itu.
Sementara STIA yang dengan dalam rintisan dan masih dalam proses mendapatkan status akreditasi, dengan tanggung jawab Bapak dr. H. Oma Rosmayudi, DSAK. dan ibu E. Sukarmi Muliapermana selaku pelanjut dari almarhum Bapak Drs. Otje R. Muliapermana, melanjutkan langkah-langkah rintisnya, sehingga pada tanggal 27 Desember 1984 terbitlah Surat Keputusan Menteri Pendidikkan dan Kebudayaan Nomor. 0637/O/1984 tentang pemberian status akreditasi Terdaftar bagi STIA Tasikmalaya.
Kemudian bulan Januari 1990, terbitlah SK. Mendikbud No. 065/0/1990, Tentang Pemberian Status Akreditasi DIAKUI bagi STIA STIA Tasikmalaya.
Pada akhir 1994, status Akreditasi DIAKUI tersebut dievaluasi oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan akhirnya status tersebut dirubah menjadi status DISAMAKAN dengan SK. MENDIKBUD RI No : 119/DIKTI/Kep/1995. Sedangkan Tahun 1994 juga STIA menambah Sub. Program untuk jenjang Pendidikan Diploma III, dengan Sub. Program Administrasi Kepegawaian dan Administrasi Keuangan, yang mempunyai status Akreditasi TERDAFTAR, dengan SK. DIRJEN DIKTI RI Nomor : 604/Kep/1993.
Seiring dengan perkembangan jaman, maka STIA Tasikmalaya senantiasa berupaya meningkatkan kualitas dirinya agar senantiasa menjaga eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tertua di Tasikmalaya.
Diantaranya adalah dengan melakukan upaya meningkatkan berbagai sarana dan prasarana. Selain itu untuk mengikut kebijakasanaan Departemen Pendidikan dna Kebudayaan RI mengenai Akreditasi Perguruan Tinggi. STIA Tasikmalaya berhasil menjadikan jurusan administrasi negara mendapatkan Akreditasi dengan nilai B, yang berarti telah diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan secara mandiri, tanpa tergantung kepada Perguruan Tinggi lain.
Adapun terhadap Program Diploma III maupun Administrasi Niaga tengah diupayakan agar dapat mendapat status terakreditasi pula.
Visi yang ingin diwujudkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tasikmalaya adalah Menjadi Pusat Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Administrasi terdepan, serta mitra handal dalam pengembangan Kabupaten/Kota di Priangan Timur.
Sedangkan visi yang ingin diwujudkan oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara adalah Memiliki kualitas lulusan yang mampu memadukan ilmu administrasi negara, teknologi dan seni dengan agama Islam sebagai landasan moralitas, selaras, serasi dan seimbang pada tahun 2018. M i s I Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, STIA YPPT Priatim Tasikmalaya memiliki 5 (lima) buah misi yang harus dilaksanakan, yaitu sebagai berikut :(1) Meningkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia penyelnggara pendidikan tinggi.(2) Meningkatkan kualitas lulusan dan kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat.(3) Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian pada masyarakat.(4) Meningkatkan kualitas dan kuantitas kemitraan dengan Pemerintah Daerah.(5) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan.

Sedangkan Misi Program Studi Ilmu Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tasikmalaya, adalah Melaksanakan dan mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengelolaan program studi secara profesional untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki wawasan pengetahuan, keahlian dan kemampuan di bidang Administrasi Negara, berwawasan lingkungan serta bermoral Tujuan dan Sasaran Untuk mewujudkan dan merealisasikan visi dan misi tersebut ingin dicapai 5 (lima) pengembangan Program Studi Ilmu Administrasi Negara, yaitu sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kualitas tenaga pengajar/dosenDalam rangka mewujudkan tujuan ini, beberapa sasaran yang harus dicapai adalah :
    • Bertambahnya jumlah tenaga pengajar yang memiliki jenjang pendidikan S-2 dan S-3 dalam berbagai bidang ilmu yang relevan,
    • Meningkatnya frekuensi keikutsertaan tenaga pengajar dalam forum-forum ilmiah pengembangan keilmuan, seperti seminar, lokakarya, simposium, dan sebagainya,
    • Meningkatnya kuantitas dan kualitas penulisan karya ilmiah dan buku ajar,
    • Meningkatnya kuantitas dan kualitas penelitian dosen, * Meningkatnya kemampuan dosen dalam berbahasa Inggris,
    • Meningkatnya kemampuan dosen dalam memanfaatkan teknologi informasi,
    • Meningkatnya kemampuan pengabdian pada masyarakat melalui pengkajian masalah-masalah aktual.
  2. Meningkatnya kualitas pengelolaan Program Studi. Dalam rangka mewujudkan meningkatnya kualitas pengelolaan Program Studi, maka beberapa sasaran yang harus dicapai adalah :
    • Meningkatnya profesionalisme pengelola Program Studi,
    • Meningkatnya kualitas Program Studi dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa,
    • Meningkatnya kemampuan Program Studi dalam memanfaatkan iptek,
    • Meningkatnya kualitas tenaga administratif,
    • Meningkatnya kualitas pengelolaan data dan informasi yang berbasis teknologi,
    • Meningkatnya program kerjasama dengan lembaga-lembaga lain.
  3. Meningkatnya kualitas proses belajar mengajarGuna mencapai peningkatan kualitas proses belajar mengajar, maka beberapa sasaran yang ingin dicapai adalah :
    • Meningkatnya penggunaan alat bantu berbasis iptek dalam kegiatan perkuliahan,
    • Meningkatnya kualitas metode pengajaran,
    • Meningkatnya efektivitas penggunaan jam kuliah,
    • Mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi.
  4. Meningkatnya kemampuan akademis dan keterampilanTujuan meningkatnya kemampuan akademis dan keterampilan mahasiswa diwujudkan melalui pencapaian beberapa sasaran sebagai berikut :
    • Meningkatnya Indeks Prestasi rata-rata mahasiswa,
    • Meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Inggris,
    • Meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam menggunakan perangkat komputer,
    • Meningkatnya kemampuan penulisan karya ilmiah mahasiswa,
    • Meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian,
    • Meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam mengkaji masalah-masalah aktual.
  5. Meningkatnya sarana pendidikan Untuk mewujudkan meningkatnya sarana pendidikan, maka beberapa sasaran yang harus dicapai adalah :
    • Meningkatnya kuantitas dan kualitas laboratorium komputer,
    • Meningkatnya kuantitas dan kualitas laboratorium bahasa,
    • Meningkatnya kuantitas dan kualitas pelayanan perpustakaan,
    • Dapat diterbitkannya jurnal atau majalah ilmiah.

Relevansi dengan tuntutan dan kebutuhan stakeholders.Kurikulum pada Program Studi Ilmu Administrasi Negara STIA YPPT priatim Tasikmalaya, selalu mengalami perubahan dalam kurun aktu 5 tahun sekali. Perubahan ini dimaksudkan bukan hanya untuk kepentingan intern, akan tetapi disesuaikan dengan kebutuhan stakeholders sebagai pemakai lulusan dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara STIA YPPT priatim Tasikmalaya.
Dalam perubahan kurikulum ini bukan hanya dari pihak dosen saja yang terlibat, akan tetapi pemakai lulusan juga di libatkan. Hal ini dimaksudkan agar Program Studi dapat mendengar kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan oleh pemakai lulusan.

© 2014 | STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA